Kumpulan Berita Terkini Seputar Pengumuman Hasil UN SMA/SMK/MA Tahun 2010
Pengantar
Ini adalah postingan di luar kebiasaan saya. Awalnya saya berniat menelusuri berita-berita yang beredar hari ini di internet terkait hasil pengumuman ujian nasional tahun 2010 khusus madrasah aliyah saja. Meski saya sadar bahwa kecil kemungkinan saya dapat mendapatkan data tersebut hanya melalui internet (situs-situs berita online) namun saya tetap berusaha browsing sana sini. Seharusnya memang saya menjalin kerjasama dengan sejumlah pejabat penting di kementerian agama daerah dan pusat agar bisa mengakses informasi semacam data awal statistik kelulusan ujian nasional untuk madrasah. Setidaknya saya mendapatkan informasi dan berita dari instansi resmi yang sudah barang tentu tingkat keabsahannya tidak diragukan lagi. Namun dugaan saya benar bahwa dalam hal akses informasi penting seperti ini kemungkinan besar pihak kementerian agama tidak memiliki kebijakan khusus untuk memberikan semacam keleluasaan akses informasi atau setidaknya informasi-informasi yang sifatnya prinsipil dan memenuhi rasa ingin tahu masyarakat.
Oleh karena data yang saya inginkan tidak ada, akhirnya saya berinisiatif untuk mengumpulkan kliping berita terkini dari sejumlah media online terkait hasil pengumuman ujian nasional 2010. Dengan harapan siapa tahu suatu saat artikel-artikel tersebut berguna bagi para pembaca yang mungkin concern terhadap permasalahan ujian nasional. Artikel-artikel berikut diambil dari sejumlah harian/suratkabar yang terbit secara online. Beberapa di antaranya yang dapat kami tampilkan adalah seperti berikut ini :
Inilah Faktor Anak Tak Lulus UN
JAKARTA, MINGGU – Tingkat ketidaklulusan Ujian Nasional (UN) yang meningkat di tahun 2010 ini dibanding tahun 2009 dipengaruhi banyak faktor. Bukan hanya kejujuran, tapi harus diteliti juga penyebab lain.
“Kemungkinannya banyak. Tidak bisa saya mengatakan hanya satu variabel yang menyebabkan, karena kemungkinannya bervariasi. Bisa anaknya nggak mampu, bisa mungkin benar mereka lebih jujur, bisa mungkin standar minimal kelulusan dianggap masih terlalu tinggi, bisa juga materi anak-anaknya tahun ini lebih rendah dari tahun lalu,” ujar pakar pendidikan Arief Rahman, Minggu (25/4/2010).
Menurut Arief, memang lebih baik bertanggung jawab daripada lulus tapi curang. Namun hal itu tidak bisa dijadikan tolok ukur bahwa ketidaklulusan yang tinggi menunjukkan kejujuran yang tinggi pula. Semua harus dibuktikan melalui penelitian.
“Kalau mengatakan seperti itu, bukti data penelitiannya apa? Itu harus dibuktikan dulu. Kalau begitu tahun-tahun yang dulu curang dong? Kita harus lihat secara ilmiah, jangan terlalu cepat buat kesimpulan sendiri,” jelas Arief.
Sebelumnya diberitakan, tingkat ketidaklulusan UN siswa SMA/SMK di Bali tahun 2010 melonjak tajam dibanding tahun 2009. “Tingkat kelulusan tahun ini memang turun. Meskipun turun ini membuktikan tingkat kejujuran siswa itu tinggi,” Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Provinsi Bali I Wayan Suasta.
Secara nasional, tingkat kelulusan UN 2010 menurun 4 persen dari tahun lalu. Angka kelulusan yang semula 93,74 persen kini menjadi 89,88 persen. Berdasarkan data Badan Standar Nasional Pendidikan, terdapat 154.079 siswa yang mengulang ujian pada Mei dari total peserta 1.522.162 siswa.
(http://banjarmasinpost.co.id/rubrik/edukasi/read/artikel/42692/inilah-faktor-anak-tak-lulus-un)
16.337 Pelajar SMA/SMK Di Jatim Tidak Lulus
SURABAYA, MINGGU – Sebanyak 16.337 pelajar SMA/MA/SMK di Jawa Timur dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional (UN) tahun ini.
“Tapi, mereka yang tidak lulus UN Utama dan UN Susulan dapat mengikuti UN Ulang pada 10 Mei,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim Suwanto di Surabaya, Minggu.
Menurut dia, pelajar SMA/MA/SMK yang mengikuti UN 2010 di Jatim sebanyak 344.908 orang meliputi 206.595 pelajar SMA/MA dan 138.313 pelajar SMK.
“Mereka yang dinyatakan tidak lulus dalam pengumuman UN pada 26 April adalah 6.555 pelajar SMA/MA dan 9.782 pelajar SMK,” katanya.
Secara persentase, pelajar SMA/MA yang tidak lulus mencapai 3,17 persen, sedangkan pelajar SMK yang tidak lulus mencapai 7,072 persen, sehingga pelajar SMA/MA/SMK yang tidak lulus UN 2010 mencapai 5,12 persen. Ia mengatakan jumlah itu masih ditambah dengan 117 pelajar dari SMA Luar Biasa, namun 117 pelajar SMA LB itu tidak seorang pun yang harus mengulang.
“Dibandingkan dengan tahun ajaran 2008/2009, ada penurunan untuk pelajar SMA/MA yang tidak lulus, karena tahun ajaran 2008/2009 tercatat 206.160 pelajar SMA/MA yang mengikuti UN dengan 9.223 orang (4,47 persen) tidak lulus,” katanya.
Peringkat Daerah
Suwanto mengatakan, pelajar dari Surabaya tidak masuk ke dalam peringkat 10 besar, kecuali untuk jurusan IPS, sedangkan jurusan Bahasa dan IPA kalah dengan daerah lain. Peringkat “10 besar” SMA/MA jurusan Bahasa adalah Tuban, Bangkalan, Bojonegoro, Sidoarjo, Nganjuk, Gresik, Lamongan, Kabupaten Mojokerto, Pamekasan, dan Jombang.
Untuk peringkat “10 besar” SMA/MA jurusan IPS adalah Sidoarjo, Lamongan, Tuban, Gresik, Tulungagung, Kota Mojokerto, Surabaya, Kota Pasuruan, Trenggalek, dan Bojonegoro. Sementara peringkat “10 besar” SMA/MA jurusan IPA adalah Sidoarjo, Kota Probolinggo, Tuban, Lumajang, Tulungagung, Lamongan, Kota Mojokerto, Trenggalek, dan Kota Pasuruan.
Khusus SMK, peringkat “10 besar” adalah SMK Bina Farma Madiun, SMK PGRI 3 Lamongan, SMK NU Lamongan, SMK Farmasi Sekesal Surabaya, dan SMKN 1 Pungging Mojokerto. Selanjutnya, SMK Muhammadiyah 1 Lamongan SMK Wahid Hasyim Bangil, SMK Islam Tikung Lamongan, SMKN 2 Buduran Sidoarjo, dan SMK Telkom Sandy Putra Malang.
Peringkat Pelajar
Data peringkat pelajar untuk “tiga besar” SMA jurusan bahasa adalah Zainur Rahmah (SMAN 2 Nganjuk dengan nilai UN 53,20); Trias Desy Aristanty (SMAN 1 Malang dengan nilai UN 52,90); dan Ria Hapsari Dewi (SMAN 2 Nganjuk dengan nilai UN 52,70). Peringkat pelajar untuk “tiga besar” SMA jurusan IPS adalah Dina Bakti Pertiwi (SMAN 1 Jember dengan nilai UN 54,75); Erik Kurniawan (SMAN 1 Krian dengan nilai UN 54,50); dan Anna Bella Ayu Vidhanti (SMAN 1 Jember dengan nilai UN 54,40).
Untuk “tiga besar” SMA jurusan IPA adalah Muhammad Wildan Rabbani Kurniawan (SMAN 1 Gresik dengan nilai UN 57,20); Jauharil Wafi (SMAN 1 Taman dengan nilai UN 57,10); dan Dedi Aditama (SMAN 2 Lamongan dengan nilai UN 56,90). Peringkat “tiga besar” untuk SMK adalah Achmad Faiz Bazar (SMKN 1 Bangil dengan nilai UN 46,55); Deddy Novian Prastiaji (SMK Bina Farma Madiun dengan nilai UN 46,29); dan Muhammad Lutfi Ade Saputra (SMK Muhammadiyah 1 Lamongan dengan nilai UN 45,80).
sumber : ANTARA
http://banjarmasinpost.co.id/read/artikel/42716/16337-pelajar-smasmk-di-jatim-tidak-lulus
UN Surabaya ‘Kalah’ dengan Sidoarjo
Yang menarik dalam UN tahun ini, Tuban selalu masuk peringkat 10 besar di semua jurusan.
Minggu, 25 April 2010, 19:52 WIB
SURABAYA POST – Surabaya hanya masuk urutan ke tujuh dalam peringkat 10 besar Ujian Nasional (UN) di Jawa Timur untuk kategori mata pelajaran IPS dengan nilai rata-rata 46. Peringkat pertama untuk jurusan ini diraih Sidoarjo dengan rata-rata 47,61.
Untuk jurusan IPA, peringkat pertama diduduki Sidoarjo dengan nilai rata-rata 50,66 dan jurusan Bahasa peringkat pertamanya Tuban dengan nilai 46,76. Yang menarik dalam UN tahun ini, Tuban selalu masuk peringkat 10 besar di semua jurusan.
Melihat posisi Surabaya yang kalah dibanding kota lain, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dispendik Surabaya, Ruddy Winarko, mengatakan, itu tidak masalah.
“Yang terpenting bagi kami, UN SMA sederajat bisa terlaksana dengan baik dan banyak siswa yang sudah masuk ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri) lewat jalur PMDK dan sebagainya,” ujarnya Minggu 25 April 2010.
Ditambahkan, meski kalah dibanding kota lain, khusus Surabaya rata-rata lebih baik ketimbang tahun lalu. Kalau tahun lalu tingkat ketidak lulusannya 2,5 persen, sekarang cuma 1 persen.
Pengumuman kelulusan itu sendiri, beberapa SMA sudah mengumumkannya Sabtu malam. Pengumuman ke orangtua siswa ini dilakukan melalui surat, pesan singkat SMS, maupun lewat internet.
“Ini sengaja dilakukan untuk menghindari terjadinya penumpukan massa atau konvoi sebagaimana yang sering terjadi,” ujar Ruddy.
Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Surabaya, Sukron mengatakan sekolahnya lebih memilih mengumumkan hasil UN dengan mengirimkan surat langsung ke orangtua siswa yang dinyatakan tidak lulus.
“Tapi Alhamdulillah, siswa kami lulus semua jadi tidak perlu mengirimkan surat ke orangtua siswa yang tidak lulus,” katanya.
Sabtu kemarin, Dinas Pendidikan Jatim mengumumkan lebih dari 16 ribu siswa SMA sederajat di Jatim harus mengulang UN setelah tidak dinyatakan tidak lulus UN tahap pertama.
Meskipun demikian, grafik kelulusan dinilai lebih baik dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu tingkat ketidaklulusan mencapai 4,47 persen, tahun ini siswa yang dinyatakan tidak lulus menjadi sedikit lebih baik yaitu hanya 3,17 persen dari total 344.908 peserta UN dari SMA dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tahun lalu, jumlah peserta yang mengikuti UN secara keseluruhan sejumlah 206.160 peserta.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Suwanto, menyebutkan, secara lebih terperinci, jumlah terbesar yang harus mengikuti UN ulangan berasal dari tingkat SMK yaitu 7,072 persen atau sekitar 9.782 siswa dari total 138.313 siswa yang mengikuti UN utama. Sedangkan untuk SMA dari 142.792 siswa yang mengikuti UN, 2,61 persen atau 3731 siswa harus mengulang.
“Sedangkan untuk MA, dari total 63.803 siswa, yang tidak lulus sebesar 2824 atau sekitar 4,43 persen,” kata Suwanto sebelum menyerahkan Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) ke masing-masing Kepala Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten se- Jawa Timur di kantor Dinas Pendidikan Jatim Jl Genteng Kali, Sabtu.
Hasil dari nilai UN ini nantinya akan dipadukan dengan nilai ujian sekolah untuk menentukan kelulusan siswa. Suwanto menyatakan, dengan diumumkannya hasil UN kemarin, diharapkan Dinas Pendidikan masing-masing Kota/Kabupaten bisa segera mendistribusikan hasilnya ke masing-masing sekolah dan bisa segera diumumkan ke siswa sesuai jadwal yaitu Senin (26/4).
Untuk teknis pengumuman, diserahkan ke masing-masing sekolah. Suwanto juga mengimbau pengumuman dilakukan tertutup dan disampaikan secara langsung ke orangtua siswa sehingga tidak terjadi pengumpulan massa dan konvoi-konvoi.
Dalam pemaparannya, Suwanto juga menyampaikan secara umum pelaksanaan UN di Jatim cukup baik. Kalaupun sempat terjadi laporan kecurangan, namun tidak signifikan sehingga tidak perlu dilakukan UN pengganti. UN pengganti dilakukan jika dalam satu sekolah terjadi kecurangan dan muncul pola jawaban yang sama.
Daftar UN Ulangan Ditarget 28 April
Setelah Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) diumumkan, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Suwanto, segera meminta sekolah-sekolah melalui Dinas Pendidikan di masing-masing Kota/Kabupaten untuk mendaftar siswanya yang perlu mengikuti UN ulangan. Untuk mengejar jadwal pelaksanaan UN ulangan 10 Mei mendatang, ditargetkan daftar peserta UN ulangan sudah bisa terkumpul 28 April.
“Daftar siswa yang mengikuti UN ulangan harus segera dilaporkan agar bisa segera mencetak naskah dan pelaksanaannya sesuai jadwal, 10 Mei mendatang,” kata Suwanto.
Peserta UN ulangan tidak hanya mereka yang tidak lulus UN utama, tetapi juga siswa yang sakit atau sedang mengikuti training centre (TC) di luar negeri.
Menanggapi hal ini, Kabid Dikmenjur Dispendik Surabaya, Ruddy Winarko menyatakan pihaknya memberlakukan sistem otomatis. “Artinya, semua siswa yang dinyatakan tidak lulus UN utama ini secara otomatis kami daftarkan ikut UN ulangan ditambah dengan mereka yang mungkin sakit atau mengikuti TC,” ujarnya. (hs)
Laporan: Angraheni Prajayanti
http://jatim.vivanews.com/news/read/146547-un_surabaya__kalah__dengan_sidoarjo
Ketidaklulusan Siswa SLTA Jombang Cuma 2 Persen
Minggu, 25 April 2010 | 11:43 WIB
JOMBANG – Jumlah siswa yang tak lulus ujian nasional (UN) tingkat SLTA di Kabupaten Jombang tahun 2010 ada 399 orang dari 18.167 peserta. Siswa yang tak lulus langsung bisa mendaftar untuk mengikuti ujian ulangan setelah hasil UN diumumkan kepada siswa, Senin (26/4).
Kepala Diknas Kab. Jombang Drs Setyo Darmoko, Sabtu (24/4), mengatakan, tingkat kelulusan siswa SLTA di Jombang tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Tahun lalu jumlah siswa SLTA yang tak lulus UN 4% dari total peserta, sekarang cuma 2%.
Rincian kelulusan tahun ini, dari 5.185 siswa SMA yang ikut UN, yang tak lulus 80 siswa. Dari MA jumlah peserta UN 4.246 siswa, yang tak lulus 85 siswa. Sedangkan SMK jumlah peserta UN 8.736 siswa, yang tak lulus 34 siswa. “Kelulusan UN tahun ini terbaik secara kuantitas,” kata Setyo Darmoko.
Untuk siswa SMA yang tak lulus sebanyak 80 siswa itu dari jurusan IPA 29 siswa dan IPS 51 siswa. Untuk siswa MA ada 85 siswa, dari jurusan IPA 15 siswa, jurusan bahasa 8 siswa, jurusan IPS 59 siswa dan jurusan agama 3 siswa. Jumlah kelulusan itu diketahui dari Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) yang diambil dari Dinas Pendidikan Jatim, Sabtu (24/4). Bagi siswa yang tak lulus, bisa ikut ujian ulangan. Kalau masih tak lulus, mereka masih diberi kesempatan untuk ikut ujian paket C.
25.115 Siswa Jateng tidak Lulus UN
SEMARANG, MINGGU – Sebanyak 25.115 siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat di Jawa Tengah dinyatakan tidak lulus ujian nasional, baik UN utama maupun susulan, sehingga mereka harus mengikuti UN ulangan.
“Jumlah siswa SMA dan sederajat yang mengikuti UN, baik UN utama dan susulan, tercatat 307.918 orang. Dari jumlah ini terdapat25.115 siswa tidak lulus atau sekitar 8,16 persen,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Kunto Nugroho H.P. di Semarang, Minggu.
Ia menyebutkan jumlah siswa yang harus mengikuti UN ulangan tersebut, terdiri dari 9.810 siswa SMA, baik IPA, IPS, dan bahasa, kemudian 4.104 siswa madrasah aliyah (MA), dan siswa SMK sebanyak 11.201 orang.
Menurut dia, para siswa yang tidak lulus UN utama dan UN susulan itu memang diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian remidial yang dinamakan UN ulangan, berbeda dengan penyelenggaraan UN tahun sebelumnya.
“Kalau tahun sebelumnya tidak ada UN ulangan, namun tahun ini diselenggarakan untuk memberi kesempatan siswa yang tidak lulus UN utama. Karena itu, mereka yang tidak lulus jangan berkecil hati,” katanya.
Ia mengatakan bahwa UN utama akan dilangsungkan pada tanggal 10-14 Mei 2010 dan hanya diikuti oleh siswa yang tidak lulus pada mata pelajaran yang bersangkutan, tidak mengulang untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan.
“Kalau siswa tidak lulus Bahasa Indonesia, dia tidak mengulang untuk seluruh pelajaran, tetapi hanya mengulang untuk pelajaran tersebut. Demikian juga jika tidak lulus dua pelajaran, dan seterusnya,” katanya.
Syarat kelulusan UN adalah nilai minimal 5,5 untuk setiap pelajaran yang diujikan dalam UN, dan nilai yang akan digunakan adalah nilai tertinggi yang didapatkan, baik saat UN utama atau UN ulangan.
“Seandainya siswa mendapatkan nilai dalam UN ulangan ternyata lebih rendah dibandingkan yang didapat saat UN utama, maka nilai yang digunakan adalah nilai dalam UN utama, demikian pula sebaliknya,” katanya.
Menurut dia, pengumuman kelulusan UN 2010 secara lebih mendetail dan terperinci akan dilakukan secara serentak oleh seluruh sekolah, baik SMA, SMK, maupun MA di Jateng pada hari Senin (26/4).
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya mengimbau sekolah-sekolah yang memiliki siswa harus mengikuti UN ulangan segera melapor ke panitia UN kabupaten/kota untuk direkap dan diteruskan ke panitia UN provinsi.
“Kami juga mengimbau para siswa untuk tidak merayakan kelulusan UN dengan cara mencorat-coret baju, arak-arakan kendaraan bermotor di jalan, atau kegiatan lain yang dapat menganggu ketertiban,” kata Kunto.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jateng, angka ketidaklulusan UN SMA dan MA 2010 sebesar 8,51 persen ternyata mengalami penurunan dibandingkan dengan persentase kelulusan 2009 sebesar 4,45 persen dan tahun 2008 sebesar 7,36 persen.
Demikian pula dengan angka ketidaklulusan UN SMK 2010 sebesar 7,68 persen, ternyata lebih tinggi dibandingkan dengan persentase kelulusan 2009 yang hanya sebesar 5,64 persen. Namun, meningkat daripada persentase kelulusan 2008 sebesar 8,07 persen.
sumber : ANTARA
http://banjarmasinpost.co.id/read/artikel/42718/25115-siswa-jateng-tidak-lulus-un
Ujian Nasional di Magelang: Hanya Satu Sekolah Lulus 100 Persen
Sabtu, 24 April 2010 | 22:12 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Dari hasil pelaksanaan ujian nasional untuk SMA dan SMK, diketahui hanya ada satu sekolah di Kota Magelang, Jawa Tengah, yaitu SMK Kesdam, yang mencapai tingkat kelulusan 100 persen. Sebanyak 34 sekolah lainnya gagal mencapai prestasi yang sama sehingga masih harus menyertakan sebagian siswanya untuk mengikuti ujian ulangan, 10-14 Mei mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang Margiyono Dwi Yuwono menyatakan, ini merupakan suatu bentuk penurunan prestasi karena pada tahun-tahun sebelumnya, tingkat kelulusan 100 persen selalu berhasil dicapai lebih dari dua sekolah.
“Namun, setelah kami cek di beberapa sekolah, kegagalan ini terjadi karena siswa yang tidak lulus UN ini sedang berada dalam kondisi kurang sehati saat mengerjakan soal ujian,” ujarnya, Sabtu (24/4/2010).
Tahun ini, angka kelulusan UN di SMK tercatat 93,86 persen dan SMA 87,98 persen. Dibandingkan dengan tahun lalu, persentase kelulusan tahun ini menurun sekitar 5 persen.
http://edukasi.kompas.com/read/2010/04/24/22120496/Hanya.Satu.Sekolah.Lulus.100.Persen
Kelulusan UN di DIY 76,3 Persen
Minggu, 25 April 2010 | 06:19 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS – Angka kelulusan ujian nasional sekolah menengah atas/madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan di DI Yogyakarta tahun ini turun drastis, dari 95,1 persen pada tahun 2009 menjadi hanya 76,3 persen pada tahun 2010. Angka kelulusan ini terendah di Pulau Jawa.
Rendahnya tingkat kelulusan UN SMA/SMK mendorong Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi DIY mengimbau setiap kepala sekolah SMA/ SMK dan sederajat agar memeriksa kemungkinan adanya kejanggalan hasil UN siswanya.
Koordinator Pelaksana UN DIY Baskara Aji menjelaskan, jumlah siswa SMA/MA/SMK DIY yang tidak lulus tahun 2010 mencapai 23,7 persen dari total peserta 39.938 siswa (terdiri dari 19.443 siswa SMA/MA dan 20.495 siswa SMK). Dengan demikian, siswa yang tidak lulus sekitar 8.500 orang.
”Ini (imbauan) untuk mengantisipasi kemungkinan kesalahan proses pemindaian dan koreksi lembar jawab UN, yang mengakibatkan siswa yang seharusnya lulus menjadi tidak lulus,” kata Baskara Aji pada rapat dan pembagian surat keterangan hasil UN bersama semua kepala SMA/ MA/SMK se-DIY di Yogyakarta, Sabtu (24/4/2010).
Menurut Baskara, kejanggalan itu, misalnya, ada murid yang pandai, tetapi mendapat nilai jelek atau sebaliknya yang kurang pandai mendapat nilai bagus. Muncul juga kejanggalan-kejanggalan lain. ”Kesalahan pada proses pemindaian dan koreksi hanya hasil menduga-duga. Belum tentu benar,” kata Baskara Aji.
Kejujuran tertinggi
Namun, Ketua Pelaksana UN Pusat Djemari Mardapi, yang dihubungi Kompas, menyatakan, turunnya angka kelulusan DIY dimungkinkan karena meningkatnya kejujuran dalam UN tahun ini.
Berdasarkan data Depdiknas tahun 2009, tingkat kejujuran pelajar DIY tertinggi di seluruh Indonesia. ”Kami belum melihat hasilnya secara rinci. Namun, tingginya angka ketidaklulusan ini bisa jadi berhubungan dengan tingkat kejujuran DIY yang terus meningkat,” katanya.
Secara terpisah, Ketua DPRD DIY Yoeke Indra Agung Laksana menyatakan, tingginya angka ketidaklulusan itu amat memprihatinkan. Yoeke menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pendidikan di DIY.
Tanpa ujian pengganti
Dari Surabaya dilaporkan, sebanyak 16.337 siswa SMA/MA/ SMK di Jawa Timur, tahun ini tidak lulus UN dan harus mengulang pada 10 Mei.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Suwanto menjelaskan, 6.555 atau 3,17 persen dari 216.595 siswa SMA/MA harus mengikuti ujian ulangan. Adapun siswa SMK yang tidak lulus pada UN utama maupun susulan mencapai 7,072 persen dari 138.313 atau 9.782 orang.
”Jatim tidak termasuk daerah yang harus melakukan UN pengganti tahun ini. Kita perlu bersyukur sebab UN sudah diupayakan jujur dan kredibel,” kata Suwanto pada penyerahan daftar kolektif hasil ujian nasional tahun 2010 dan persiapan UN ulangan dengan kepala dinas pendidikan se-Jatim, Sabtu kemarin.
Koordinator Pengawas dan Tim Pemantau Independen UN 2010 Jatim Prof Syafsir Akhlus menilai sesungguhnya tidak berarti Jatim bersih dari dugaan kebocoran soal. Berdasarkan laporan yang masuk, pelanggaran UN terjadi di lebih dari 20 sekolah dan adanya keseragaman jawaban yang salah.
Di Salatiga, Jawa Tengah, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal saat meninjau Gedung Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, menyatakan, sekolah yang siswanya tidak lulus UN diharapkan membantu siswa agar lebih siap dalam menghadapi UN ulangan.(IRE/RWN/INA/GAL)
http://edukasi.kompas.com/read/2010/04/25/06191450/Kelulusan.UN.di.DIY.76.3.Persen
Hampir 100 Persen Siswa SMA Jakarta Lulus UN
Ahad, 25 April 2010, 19:24 WIB
JAKARTA–Sekitar 90,672 persen siswa SMA di Jakarta dinyatakan lulus dalam Ujian Nasional 2010. Angka kelulusan ini lebih kecil dibanding tahun 2009, di mana jumlah kelulusan siswa SMA mencapai 96,5 persen.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi, meski secara kualitatif ada penurunan jumlah, namun persentase kelulusan itu belumlah tuntas. Alasannya, angka ini belum ditambah dengan hasil ujian susulan siswa yang keluar pertengahan Mei nanti. ”Jadi, belum bisa dikategorikan ada penurunan atau peningkatan,” ujarnya kepada Republika, Ahad (25/4).
Dari data Dinas Pendidikan DKI, di Jakarta Barat total siswa yang lulus sebesar 95,250 persen, Jakarta Timur (92,817 persen), dan Jakarta Selatan (92,099 persen). Sementara itu, untuk Jakarta Pusat dan Jakarta Utara yang mencakup Pulau Seribu total kelulusan mencapai 83,547 persen dan 83,340 persen.
Penurunan serupa juga terjadi pada persentase kelulusan UN SMK di Jakarta. Dari total keseluruhan, angka siswa yang lulus UN SMK 2010 berjumlah 92,18 persen. Angka ini menunjukan adanya penurunan sebesar 5,23 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 97,5 persen.
Angka Kelulusan di Sumbar Melorot
Laporan wartawan KOMPAS Ingki Rinaldi
Minggu, 25 April 2010 | 19:34 WIB
PADANG, KOMPAS.com – Angka kelulusan pelajar tingkat SMA, Madrasah Aliyah atau MA, dan SMK di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2010 melorot drastis jika dibandingkan dengan tingkat kelulusan pada 2009. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, Burhasman, Minggu (25/4/2010) mengatakan penurunan itu terjadi untuk jumlah total sebanyak 59.574 pelajar SMA, MA, dan SMK se-Sumbar.
Untuk tingkat SMA jurusan IPA, prosentase kelulusan sebesar 96,95 persen atau turun dibandingkan tahun lalu sebesar 99,33 persen. Untuk jurusan IPS, prosentase kelulusan sebesar 90,39 persen, turun jika dibandingkan tahun lalu sebesar 96,07 persen.
Adapun prosentase kelulusan di tingkat MA jurusan IPA, tercatat sebesar 89,57 persen atau turun jika dibandingkan tahun 2009 sebesar 93,34 persen. Prosentase kelulusan MA jurusan IPS tercatat sebesar 77,27 persen atau turun jauh dibandingkan prosentase kelulusan ta hun 2009 sebesar 96,43 persen.
Penurunan yang cukup tajam dari prosentase kelulusan pelajar juga terjadi di tingkat SMK dengan angka sebesar 78,40 persen yang jauh lebih rendah jika dibandingkan prosentase kelulusan tahun lalu sebesar 93,6 persen.
http://edukasi.kompas.com/read/2010/04/25/19344770/Angka.Kelulusan.di.Sumbar.Melorot



Info penting… salam kenal
uli hidayat
25 April 2010 pada 22:27
sebagai tambahan saja.. berita sejenis bisa diakses pula di http://imbalo.wordpress.com/2010/04/25/pengumuman-hasil-un-tingkat-smasmkma-tahun-2010-di-beberapa-kota/ semoga bermanfaat bagi mereka-mereka dan sampeyan-sampeyan yg berkepentingan. Semoga pendidikan Indonesia tambah maju dan berkualitas…
Zainal Muttaqien
25 April 2010 pada 22:29
hai bolh kenalan g ?????………..
bagasscili@ymail.com
25 Mei 2010 pada 08:28
HAHAHA..LCU JUJJA EAWH??
ttpi ko kykna jdi linglung gt ea???
ANIEEE ANAZT, AND NANAZ
11 Agustus 2010 pada 15:15
.smoga luluz
,trimz buad informasi nyaa..
Rahma
26 April 2010 pada 00:31
[...] Kumpulan Berita Terkini Seputar Pengumuman Hasil UN SMA/SMK/MA Tahun 2010 Pengantar Ini adalah postingan di luar kebiasaan saya. Awalnya saya berniat menelusuri berita-berita yang beredar hari [...] [...]
Top Posts — WordPress.com
26 April 2010 pada 07:14
makasih invonya ya bapak……..
rooyani
26 April 2010 pada 09:02
Sma pulung ponorogo yang tdk lulus ada gak? Kalo ada siapa namanya
Wiwit
26 April 2010 pada 12:06
Wahhhhhhhhhhhhhhh,,,,,,,,,,,,memeng sekarang UN menakutkan mending Besok kelulusannya dinaikkan,,,biar tambah mutu pendidikan di negeri ini,
nd gurunya juga harus lebih bermutu,,yang gak mutu di pensiun,,,biar kelulusan meningkat.
Carol
29 April 2010 pada 09:58
KEJUJURAN LEBIH PENTING DARI PADA SEKEDAR LULUS!!!
ESI
26 April 2010 pada 14:02
spa bilang, toh skrang kjujuran d dunia ini sudah punah…..
he he he he he he he….
jd mndingan curang………
andets phenrank
27 April 2010 pada 10:50
Semoga para siswa-siswi peserta ujian SMA/MA/SMK diberikan jalan terbaik… Susah bener jadi murid SMA sekarang yaa
http://lintahindonesia.co.cc/
eNHa Farm
26 April 2010 pada 14:08
Situs Kementerian PU Berubah Menjadi Forum Pornografi, klik disini:
http://suciptoardi.wordpress.com/2010/04/23/situs-kementerian-pekerjaan-umum-berubah-menjadi-forum-bb17-nude-porn/
suciptoardi
26 April 2010 pada 15:05
Wah.. Lengkap! Thnx for da info! Also visit http://artikelmenarik.wordpress.com
Damar Dwiyadi Pratama
26 April 2010 pada 18:00
Once again http://artikelmenarik.wordpress.com
Damar Dwiyadi Pratama
26 April 2010 pada 18:02
trims tuk artikelnya y
semoga tahun depan banayk yg lulus
salam hangat dari blue
bluethunderheart
26 April 2010 pada 19:05
99.9% saya tidak percaya hasil UNAS, sebabnya para pejabat2 dan para guru yang terkait dengan pendidikan belum mau berlapang dada untuk menerima hasil yang diperoleh siswa2nya. Agar mereka mau berlapang dada maka Mendiknas harus memutuskan bahwa hasil unas tidak untuk menentukan lulus/tidak lulus seorang siswa.
abu habibi
26 April 2010 pada 19:11
abu, saya seorang guru. kenyataan di sekolah saya (SMA) banyak siswa mata pelajaran kimia, fisika, matematika semua nilai UNnya di atas 9, ttp nilai biologinya cuma 1. Kenapa bisa terjadi????? Semua juga tau jawabannya.
http://wujuddin.wordpress.com
wujuddin
26 April 2010 pada 23:10
betul…betul…betul…
siswa skrng pada g mau belajar, dia cuman mbgharapkan bantuan dr gurunya…….
jd, apabila suatu saat siswa trsbut g dbantu, ya……jadinya kayak gni, bnyak yg g lulus UAN/UAS…..
andets phenrank
27 April 2010 pada 10:56
Meledak eh .. blognya punya pak zainal.. ada info tentang kabupaten Banjar lah pak Zainal ? SMA Gambut lulus 100% bujur kah lah .. sukses selalu untukpak ZAinal
Yunizar Noor Milanta Blogs
26 April 2010 pada 22:49
[...] Kumpulan Berita Terkini Seputar Pengumuman Hasil UN SMA/SMK/MA Tahun 2010 Pengantar Ini adalah postingan di luar kebiasaan saya. Awalnya saya berniat menelusuri berita-berita yang beredar hari [...] [...]
Top Posts — WordPress.com
27 April 2010 pada 07:07
free download all software full version
http://segalamacam.com/software-2/software-gratis
m4rnos1
27 April 2010 pada 07:27
saya cuman bisa berkata, sukses bagi siswa yang lulus….dan yang g lulus, siapa suruh g belajar……
andets phenrank
27 April 2010 pada 10:59
siapa bilang kalo tingkat ketidaklulusannya meningkat itu berarti tingkat kejujuran siswa tinggi? BODOH yang berpemikiran seperti itu. saya ini siswa peserta Ujian Nasional tahun 2010 ini. Anda yang bukan peserta UN jangan sok tahu tentang kejujuran atau ketidakjujuran siswa karena Anda tidak turun langsung ke lapangan. BANYAK SEKALI ketidakjujuran yang terjadi dalam pelaksanaan UN, mereka yang lulus UN tahun ini sangat sedikit yang menggunakan cara yang halal, mudahnya mencari bocoran jawaban adalah salah satu bentuk kegagalan mentri pendidikan dan stafnya dalam penyelenggaraan Ujian Nasional. kalau memang mau mengadakan Ujian Nasional, seharusnya menteri pendidikan dan stafnya bisa mengantisipasi segala bentuk kecurangan dalam Ujian Nasional, karena: UNTUK APA ADA UJIAN NASIONAL KALAU PADA UJIAN NASIONAL SAJA SISWA MASIH BISA BERLAKU CURANG?? Jujur, saya kecewa sekali dengan kinerja menteri pendidian sampai para pengawas Ujian Nasional yang bisa dibilang TIDAK BERHASIL mengantisipasi bentuk2 kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional.
Terakhir, untuk teman-teman seperjuangan saya yaitu SISWA SELURUH INDONESIA YANG MENJALANI UJIAN NASIONAL DENGAN KEJUJURAN YANG TINGGI, KITA SUKSES! BERHASIL MENAKLUKAN UJIAN NASIONAL DENGAN JERIH PAYAH KITA SENDIRI, KITA LULUS DENGAN MEMBANGGAKAN! Untuk SISWA SELURUH INDONESIA YANG LULUS UJIAN NASIONLA DENGAN CARA YANG CURANG, KALIAN ADALAH MANUSIA-MANUSIA SAMPAH YANG TIDAK BERARTI
lulusUNtahunini
27 April 2010 pada 13:43
angka kelulusan di kaltim gmana?
dede
27 April 2010 pada 13:52
kasian tuh yg ngak lulus,,, jadi yg lulus bagi2x doang kebahagianx pada yg ngak lulus…,, & buat pemerintah kenapa harus ada un??? kn yang tahu murid belajar selama 3 th itu kan sekolah jadi harus skolah juga yang kasih soal buat kelulusanx juga!!!!!!!!!!!!!!!
muin
27 April 2010 pada 21:25
buat pamerintah jangan arogan donk dengan mempertahankan kelulusan itu hanya pada hasil un. yang bagus kelulusan itu dari sekolah aja hangan hanya dilihat dari nilai un. maunya sih meningkatkan mutu, tak taunya malah banyak membuat anak bangsa ini semakin tidak jujur hentikan……………….. hentikan…………kelulusan hanya dengan mengandalkan un, sebab itu tidak menilai proses
muin
27 April 2010 pada 21:36
Posting yang menarik, sukses untuk Anda.
Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru hari ini berjudul : “Analisa usaha cuci sepeda motor (lanjutan)”, serta artikel lain yang menarik, dan kalau berkenan mohon diberi komentar. Terima kasih.
Haris Istanto
28 April 2010 pada 06:53
angka kelulusan tahun ini katanya yang terendah ya cuma 89 % bentu kah?
abuabdilbarr
28 April 2010 pada 14:35
pengumuman hasil UN susulan na kpn? gk hrus nunggu sebulan lgi kan??
Eva Unik
29 April 2010 pada 10:04
pgmuman hsil UN susulan na kpan?
jgn lm2 ya kalok bs jgn mpe’ 1 bln…
Eva Unik
29 April 2010 pada 10:06
UN tidak menakutkan bagi yang lulus, UN hanya sekedar mengingat pelajaran yang sudah pernah kita pelajari kalau sampai pada UN ada pelajaran yang belum pernah kita pelajari lantas di berikan di UN, dengan bukti yang otentik dan saksi yang cukup, seharusnya kita bisa protes tentang kesalahan ini
zul malang tapi di samarinda
11 Mei 2010 pada 07:49
Pengumuman hasil ujian Un sUsulan kapan??
jGan mEmperlama or mempersulit ,,,tMan2 yG lain yc??
lw bisa jGAn ampek 1 blan yc,,
ksihan dunk,,,lyat nasib yG lain.
mereka masih butuh pendidikan lnjut yG lbih baik.
lyna
30 Mei 2010 pada 19:25
[...] yang diklik sedemikian banyak ternyata yang diklik adalah postingan tahun kemaren yang berjudul “Kumpulan Berita Terkini Seputar Pengumuman Hasil UN SMA/SMK/MA Tahun 2010”. Tahun kemaren memang posting an ini sempat menempati ranking pertama selama 1 hari (top post of [...]
HASIL KELULUSAN UJIAN NASIONAL 2011 TINGKAT SMA/SMK & MA CAPAI 99,99% « Putu Bali Mofers
15 Mei 2011 pada 20:44
emmmm……….. mOga jHa tAhun ni lulus sMua….
aMinn……….
noByta
16 Mei 2011 pada 09:06
??????????????????????
ARVIE
17 Mei 2011 pada 18:34