Insya Allah! Madrasah Gratis Terealisasi Medio 2011
Jumat, 25 Februari 2011, 13:32 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN – Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, pihaknya akan mengonsentrasikan bidang pendidikan pada medio 2011 dengan program pendidikan madrasah gratis secara bertahap sudah dapat direalisasikan. “Program madrasah gratis sudah harus berjalan, meski dari sisi kemampuan keuangan masih dihitung,” katanya ketika membuka Rapat Kerja Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara di Medan, Jumat (25/2).
Menteri Suryadharma Ali mengakui perhitungan pemberian dana bagi sejumlah madrasah hingga kini masih terus berlangsung. Untuk itu, ia berharap hal itu segera dapat diselesaikan secepatnya. Jika pun kemampuan pemberian dana gratis bagi pendidikan di madrasah baru bisa separuhnya, hal itu harus disyukuri. Jika baru seperempatnya bisa diwujudkan, juga harus disyukuri, kata Suryadharma Ali.
Ia menjelaskan, program pendidikan madrasah gratis jangan sampai menimbulkan masalah di kemudian hari. Program yang baik itu harus menghasilkan yang baik juga. Jangan sampai ada persoalan di lapangan. “Rencana yang baik jangan bermasalah di lapangan,” harapnya.
Menag pun mengingatkan bahwa jika ada madrasah yang sudah dapat bantuan dari bupati atau walikota, hendaknya madrasah bersangkutan tak diberikan dana gratis. Dana yang ada bisa dialokasikan ke madrasah lain yang membutuhkan. Sebab, katanya, ada beberapa pejabat di daerah memberikan bantuan kepada madrasah sebagai bagian dari janjinya ketika pejabat bersangkutan berkampanye dalam pemilihan kepala daerah. “Biarkan mereka beramal, kasih kesempatan,” ujar Menag Suryadharma Ali.
Red: Djibril Muhammad
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita/11/02/25/166160-insya-allah-madrasah-gratis-terealisasi-medio-2011.html
Kemenag Upayakan Pendidikan Gratis di Madrasah
Jumat, 25 Februari 2011, 20:07 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN–Kementerian Agama akan mengupayakan pendidikan gratis tingkat madrasah dalam upaya meringankan beban pendidikan bagi siswa serta peningkatan kualitas pendidikan. “Saat ini kami sedang menginventarisasi jumlah siswa dan jumlah sekolah sehingga program tersebut dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali di Medan, Jumat.
Meski tidak menjelaskan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk program tersebut, namun ia optimistis hal itu akan terlaksana dengan baik dan diupayakan tahun ini bisa berjalan. “Data siswa yang valid sangat berhubungan dengan efisiensi anggaran pendidikan,” katanya.
Ia mengatakan, pendidikan madrasah secara gratis merupakan upaya serius Kementerian Agama dalam meningkatkan aksesibilitas pendidikan agama dan keagamaan. Sekaligus melakukan upaya meringankan beban pendidikan bagi siswa dan siswi maupun di lembaga pendidikan agama. Program tersebut dilaksanakan seiring dengan meningkatnya anggaran pendidikan yang diberikan pemerintah sehingga Kementerian Agama harus menyelaraskan dengan kebutuhan pendidikan.
Terlebih lagi Mendiknas Muh Nuh akan memasukkan anggaran pendidikan yang diselenggarakan umat Islam atau madrasah dalam APBN 2011. “Kementerian Agama akan melaksanakan program ini dengan sebaik mungkin dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga dapat tepat sasaran,” katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga meminta kepala kantor Kementerian Agama untuk membantu memberikan data yang valid mengenai jumlah siswa dan sekolah dari tingkat madrasah ibtidaiyah (setingkat SD) MTs (SMP) dan Aliyah (SMA), sehingga besaran anggaran yang akan dialokasikan dapat direncanakan dengan lebih baik. “Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama sejalan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.
Madrasah Gratis Diputuskan Pertengahan 2011
Jakarta, (www.kemenag.go.id) – Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, pihaknya saat ini secara serius merancang agar siswa madrasah memperoleh pendidikan secara gratis. Diharapkan pertengahan tahun 2011 keputusan madrasah gratis dapat terwujud, apakah secara keseluruhan atau sebagian yang gratis.
“Kami berharap antara bulan Juni-Juli 2011 ada kesimpulan, (madrasah) digratiskan keseluruhan atau sebagian,” kata Menag pada acara penandatangan kesepakatan bersama antara Menteri Agama dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tentang Pelaksanaan pengarustamaan jender dan pemenuhan hak anak di bidang keagamaan di Jakarta, Senin (24/1).
Oleh karena itu, lanjutnya, Kementerian Agama saat ini sedang menghitung berapa dampak biaya apabila madrasah gratis, baik uang muka maupun uang bulanan. “Sekarang kan rada-rada semu. Disebut gratis, ada uang suka rela,” kelakarnya.
Dalam kesempatan itu Menteri Agama kembali mengemukakan program gerakan masyarakat maghrib mengaji, yaitu gerakan akan masyarakat kembali seperti di masa silam, mengisi waktu antara maghrin sampai isya dengan pola hidup yang religius.
“Tidak seperti sekarang diganti dengan sinetron maghrib,” ujarnya.
Gerakan ini, kata menteri dapat disingkat GM3 merupakan pemenuhan hak anak, sehingga terwujud anak-anak yang berkualitas dan soleh. “Kita harus takut meninggalkan anak-cucu yang lemah baik fisik maupun pendidikan,” terang Suryadharma Ali. (ks)
sumber: http://pendis.kemenag.go.id/index.php?a=detilberita&id=5841




Amien, Mudah2an bisa terealisasi secepatnya, kalau perlu khusus dikotabaru, Madrasah bisa menjangkau daerah kecamatan. supaya bisa merata. dan pak zain jadi kepseknya. Amien ya Rabb!!!
Anak Shaleh
6 Maret 2011 pada 10:13
Mudah2an aja dapat terealisasi
Watch Raising Hope
11 Maret 2011 pada 15:10
alhamdulillah…
madrasah bisa gratis seperti SD dan SMP
dulu saya pernah menempuh pendidikan madrasah dan tahu benar pentingnya madrasah bagi kehidupan saya dimasa sekarang ini…
semoga ini bisa terealisasi… amin…
Yodi
12 Mei 2011 pada 08:48
maaf sebelumnya, kira2 1hr mulai jam 06:30/12:00wib guru hanya diberi upah(klo dianggap kerja) Rp5000.-, dan peserta didik tidak dipungut biaya sepeserpun mulai klas VII-IX n UN tidak mbayar. selain ditempat saya ada apa tidak. tks
Sucipto Mangun
27 Agustus 2011 pada 20:45
alhamdulillah…..smoga in bisa membntu tman2 yang berjuang dalam mengembangkan da’wa lewat pendidikan terutama di MA swasta, karena banyak MA yang didirikan hanya dengan modal semangat…..
Awal Sukry
22 Oktober 2011 pada 08:30