Dunia Guru, Madrasah dan Tulisan Sekedar

Celoteh Ringan Seorang Guru Madrasah

Yogyakarta Peserta Ujian Nasional Paling Jujur se Indonesia

dengan satu komentar

Heru Margianto | Minggu, 15 Mei 2011 | 13:58 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kembali memperoleh predikat terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia untuk kejujuran dalam pelaksanaan ujian nasional.

“Tahun ini, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih dinyatakan sebagai provinsi yang paling jujur dalam melaksanaan ujian nasional (UN),” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY Baskara Aji di Yogyakarta, Minggu (15/5/2011).

Menurut dia, predikat tersebut diberikan berdasarkan penilaian dari tim independen yang tidak banyak memperoleh keluhan atau melakukan teguran selama pelaksanaan ujian nasional.

Selain itu, predikat tersebut juga dilakukan berdasarkan analisis terhadap pola jawaban peserta ujian nasional. “Jika ada pola jawaban dengan kesalahan yang kembar, maka ada kemungkinan terjadi sesuatu yang berhubungan dengan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan penggabungan nilai ujian nasional dan ujian akhir sekolah, terdapat 198 siswa dari 41.700 siswa Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan yang dinyatakan tidak lulus di Provinsi DIY.

Di tingkat Sekolah Menengah Atas dan Madrasah Aliyah, tingkat kelulusan tertinggi berada di Kabupaten Bantul mencapai 99,66 persen atau hanya hanya ada 15 dari 4.443 siswa yang tidak lulus.

Tingkat kelulusan tertinggi untuk Sekolah Menengah Kejuruan juga masih dipegang oleh Kabupaten Bantul yaitu mencapai 99,88 persen atau hanya ada lima siswa dari 4.190 siswa yang tidak lulus.

Sementara itu, rata-rata total nilai tertinggi untuk SMK juga dipegang Kabupaten Bantul sebesar 31,74 dan terendah oleh Kota Yogyakarta 30,38.

Sedangkan di tingkat Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMA LB), dari 17 siswa yang mengikuti Ujian Nasional, semuanya dinyatakan lulus. “Karena ada perbedaan bobot soal dengan soal yang diujikan di SMA/MA/SMK, maka semua siswa dari SMA LB dinyatakan lulus 100 persen,” lanjutnya.

Kriteria kelulusan berdasarkan nilai Ujian Nasional dan Ujian Akhir Sekolah adalah rata-rata 5,5 dan tidak boleh ada nilai di bawah 4,0.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/15/13584415/Yogyakarta.Peserta.UN.Paling.Jujur

Ternyata, Indonesia Timur Paling Jujur dalam UN

Minggu, 15 Mei 2011 08:50 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dari hasil Ujian Nasional (UN) 2011 propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan propinsi dengan jumlah siswa tidak lulus terbanyak.

Menanggapi hal ini Dedi Gumelar anggota DPR dari komisi sepuluh F-PDIP mengatakan, propinsi-propinsi di sebelah timur Indonesia termasuk NTT adalah propinsi dengan tingkat kejujuran pelaksanaan UN paling tinggi. “Sayangnya kejujuran ini tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan sarana pendidikan. Akibatnya kemampuan guru dan siswa untuk mengembangkan diri dan ilmu pengetahuan menjadi terbatas,” ujarnya, Sabtu (14/5).

Di sana (wilayah timur Indonesia), lanjut Dedi, jangan dibayangkan seperti di Jawa. Di Jawa anak bisa langsung baca buku, tapi di sana buku yang sama baru bisa dibaca enam bulan kemudian. Padahal selama enam bulan itu sudah terbit buku-buku baru yang kualitasnya lebih baik. “Hasil UN kali ini akan dijadikan bahan evaluasi dan menjadi bahan masukan bagi pemerintah. Terutama untuk merancang rencana strategis pendidikan,” katanya.

Ujian Nasional 2011 diikuti oleh kurang lebih 16.835 SMA/MA/SMK dari semua propinsi di Indonesia. Dari total SMA/MA/SMK yang mengikuti UN tahun ini masih ada lima sekolah yang siswanya tidak lulus. Jumlah siswa dari kelima sekolah tersebut adalah 147 siswa.

Sekolah yang tingkat kelulusannya nol persen tersebut berada di wilayah DKI Jakarta sebanyak tujuh siswa, Simeuleu Aceh sebanyak 26 siswa, Jambi sebanyak dua siswa, Kian Darat Maluku sebanyak 48 siswa, dan Urei Fasei Papua sebanyak 64 siswa.

Tingkat kelulusan untuk tahun ini relatif meningkat bila dibandingkan dengan tahun kemarin. Tahun 2010 tingkat kelulusan sebesar 99,04 %, sedangkan tahun 2011 tingkat kelulusan meningkat menjadi 99,22 %. Untuk penilaian UN tahun ini nilai yang diperhitungkan tidak hanya dari nilai ujian saja tapi juga dari nilai ujian sekolah.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/05/15/ll7rsl-ternyata-indonesia-timur-paling-jujur-dalam-un

Input Data Kelulusan 200 Sekolah Bermasalah

Minggu, 15 Mei 2011 15:51 WIB

MI/Sumaryanto/pj

PADANG–MICOM: Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sumbar Syamsul Rizal menerima laporan tentang data masuk (input data) kelulusan siswa SMA atau yang sederajat di 200 sekolah di Sumbar bermasalah.

“Dari laporan yang diterima, sebanyak 200 sekolah di Sumbar bermasalah pada ‘input’ data jumlah kelulusan siswanya,” kata Syamsul Rizal di Padang, Minggu (15/5).

Saat ini verifikasi data kelulusan di Sumbar masih berlangsung, dan ditargetkan akan rampung pada malam ini juga, katanya.

Ia menambahkan jika hingga Minggu malam nanti verifikasi data akhir kelulusan ujian nasional siswa SMA dan yang sederajat di Sumbar belum juga rampung, kemungkinan pengumuman kelulusannya akan dilakukan dua tahap.

“Bagi kabupaten/kota yang telah final data hasil kelulusan ujian nasional, maka besok (Senin 16/5) telah bisa menyampaikan kelulusannya,” kata Syamsul Rizal.

Namun, katanya, bagi yang belum juga rampung maka pengumuman kelulusan ujian nasional di daerahnya bisa mundur.

Sehubungan dengan metode pengumuman kelulusan ujian nasional kepada siswa, katanya, Dinas Pendidikan kabupaten/kota berhak menentukan sendiri bagaimana metode pengumuman kelulusan ujian nasional itu.

“Sekolah itu milik kabupaten/kota, jadi Dinas Pendidikan setempat berhak menentukan metode apa yang dipilih terkait pengumuman ujian nasional, bisa jadi lewat SMS, internet ataupun melalui media massa,” katanya.

Ia menyebutkan pada tahun ini sebanyak 61.069 peserta yang terdiri atas 36.267 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), 7.258 siswa Madrasah Aliyah (MA), dan 17.544 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) telah mengikuti ujian nasional pada 18-21 April lalu. SMA/MA/SMK di Sumbar.

Ia belum dapat memastikan berapa jumlah siswa yang lulus dan yang tidak lulus dalam ujian nasional.

Pihaknya belum dapat memastikan jumlah siswa SMA sederajat yang lulus UN tahun ini, antara lain karena terjadi masalah dalam memasukkan data pada 200 sekolah tersebut.

Kepala Disdikpora Sumbar mengaku pihaknya telah menerima imbauan dari BSNP agar pengumuman kelulusan diundur dan dilakukan serentak pada Rabu (18/5) berhubung pada Senin (16/5) merupakan cuti bersama dalam rangka Hari Waisak yang jatuh pada Selasa (17/5).

“Disdik Sumbar tetap memilih jadwal pengumuman UN seperti semula 16 Mei, meski bertepatan dengan libur bersama peringatan Hari Waisak,” katanya. (Ant/OL-9)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/15/226233/126/101/Input-Data-Kelulusan-200-Sekolah-Bermasalah

Tingkat Kelulusan UN SMA di Jateng Meningkat

Minggu, 15 Mei 2011 03:56 WIB

SEMARANG–MICOM: Tingkat kelulusan siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat di Jawa Tengah tahun ini meningkat 1,05 persen dibandingkan pada tahun lalu.

“Kami sudah mendapatkan data kolektif kelulusan siswa dalam ujian nasional (UN) dan sudah diolah dengan nilai sekolah hingga menghasilkan kelulusan sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Kunto Nugroho HP, Sabtu (14/5).

Ia menyebutkan, persentase tingkat kelulusan UN jenjang SMA, SMA luar biasa, madrasah aliyah (MA), dan SMK tahun ini mencapai 99,71 persen, sementara untuk jenjang yang sama tahun lalu tingkat kelulusan siswa hanya 98,66 persen.

“Dari total peserta UN SMA, SMALB, MA, dan SMK di Jateng yang mencapai 309.044 siswa, hanya ada 911 siswa yang tidak lulus, sementara 308.133 siswa dinyatakan lulus. Ini cukup baik, namun akan terus kami tingkatkan,” katanya.

Perinciannya, kata dia, SMA tercatat total peserta didik 118.029 siswa, yang lulus 117.545 siswa, sedangkan yang tidak lulus 484 siswa (0,41 persen), sedangkan SMALB dengan total 90 siswa semuanya dinyatakan lulus.

“Untuk MA ada sebanyak 35.327 siswa, sebanyak 35.183 siswa dinyatakan lulus, sementara yang tidak lulus ada 344 siswa (0,40 persen). SMK dengan total 155.598 siswa, yang lulus 155.315 siswa, tidak lulus 283 siswa (0,18 persen),” katanya.

Namun, ia belum bisa menyebutkan peringkat kelulusan setiap kabupaten/kota karena pihaknya masih menerima data secara kolektif seluruh tingkat kelulusan se-Jateng, belum memerinci tingkat kelulusan per kabupaten/kota.

“Ini masih data secara umum untuk seluruh wilayah Jateng, belum sempat kami cek per daerah. Kami baru menerima data ini (data kolektif kelulusan, red.) tadi (14/5) subuh, belum sempat diperinci. Kemungkinan besok (15/5) rampung,” katanya. (Ant/OL-04)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/05/226158/289/101/Tingkat-Kelulusan-UN-SMA-di-Jateng-Meningkat

Di Sumatera Utara Hanya 466 Siswa SMA Sederajat tak Lulus UN

Jumlah Tertinggi di Kota Medan

MEDAN-Seluruh siswa tingkat SMA sederajat yang mengikuti Ujian Nasional (UN) di Sumut sudah bisa mengetahui kelulusannya di masing-masing sekolah, Senin (16/5) besok. Kepala Disdik Sumut diwakili Sekretaris Disdik Sumut Bahauddin Manik didampingi Ketua UN Sumut 2011 Ilyas Sitorus, Bendahara UN Sumut 2011 FD Asian Hutasoit dan Kabid Mapenda Kanwil Kemenag Sumut H Yulizar, telah membagikan berkas data kelulusan UN siswa tingkat SMA sederajat kepada seluruh Kepala Disdik kabupaten/kota, Sabtu (14/5) di Kantor Disdik Sumut, Jalan Cik Ditiro Medan.

Ketua UN Sumut 2011 Ilyas Sitorus menjelaskan, tingkat kelulusan siswa pada UN 2011 ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 99,28 persen. “Pada tahun ini tingkat kelulusan siswa meningkat hingga 99,67 persen. Dan persentase kelulusan ini sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan persentase kelulusan siswa secara nasional yang mencapai 99,51 persen, dan ini merupakan satu prestasi,” katanya.

Ilyas memaparkan, dari 116.918 peserta UN tingkat SMA/MA di Sumut yang tak lulus hanya 0,21 persen atau sebanyak 242 orang. Sedangkan dari 67.202 peserta UN tingkat SMK di Sumut yang tak lulus hanya 0,33 persen atau sebanyak 224 orang. Jadi, jumlah siswa yang tak lulus di Sumut untuk SMA sederajat 466 orang.
Lebih lanjut Ilyas menjabarkan, dari 116.918 peserta UN tingkat SMA/MA di Sumut untuk Jurusan Bahasa jumlah peserta 116 orang dan lulus 100 persen. Jurusan IPA jumlah peserta 62.331 orang dengan 74 orang tak lulus. Jurusan IPS jumlah peserta 54.309 orang dengan 168 orang tak lulus. Dan Jurusan Keagamaan jumlah peserta 162 orang dan lulus 100 persen.

Dari data yang diperoleh wartawan, jumlah siswa tak lulus terbanyak berada di Kota Medan dengan jumlah 43 orang, di urutan kedua Kabupaten Tapanuli Utara dengan jumlah 41 orang dan di urutan ketiga kabupaten Deli Serdang dengan jumlah 33 orang.

Tapi, jika dilihat dari persentase ketidak lulusan, yang paling tinggi berada di Kabupaten Samosir dengan 2,79 persen (23 orang), di urutan kedua Kabupaten Tapanuli Utara dengan 1,90 persen (41 orang) dan di urutan ketiga Kota Pematangsiantar dengan 0,74 persen (29 orang).

Bendahara UN Sumut 2011 FD Asian Hutasoit mengatakan, saat dia berada di Jakarta untuk mendapatkan data kelulusan siswa tingkat SMA sederajat Sumut, ia sempat khawatir. Pasalnya, ia sempat membaca running teks resmi dari Kemendiknas di TV One yang menyebutkan terdapat 5 sekolah yang siswanya 100 persen tak lulus. Dan setelah mendapatkan data tersebut, ternyata tak satu pun sekolah di Sumut yang siswanya tak lulus 100 persen. “Saya sempat was-was, tapi ternyata Sumut bukan satu daerah yang terdapat di dalamnya sekolah yang siswanya tak lulus 100 persen, Sumut aman,” kata Doli, panggilan akrabnya.

Disdik Sumut telah mencetak data tersebut untuk masing-masing sekolah di masing-masing kabupaten/kota di Sumut. “Hingga saat ini, data yang sudah selesai dicetak mencapai enam kabupaten/kota, dan diutamakan kabupaten/kota terjauh. Hal ini untuk mengantisipasi agar pengumuman kelulusan dapat dilakukan sesuai jadwal. Pencetakan dilakukan di percetakan Disdik Sumut yang berada di Jalan Bilal Medan,” papar Doli.
Selama dua hari di Jakarta, Doli juga mendapatkan informasi ada nilai kritis atau nilai nol untuk satu mata pelajaran yang didapat beberapa siswa. Doli mengimbau kepada Kepala Disdik kabupaten/kota menginformasikan hal tesebut kepada kepala-kepala sekolah. Jadi, kepala sekolah diimbau untuk memeriksa dengan seksama hasil UN para siswanya.

“Harus dipastikan apakah siswa memang benar absen pada ujian mata pelajaran tersebut hingga mendapatkan nilai nol. Pihak sekolah ditenggat waktu selama sebulan untuk melaporkan hal tersebut, dan komplain diajukan ke Unimed dengan membuat surat secara resmi,” jelasnya.

Saat ditanya, jika ada siswa di satu sekolah yang memiliki permasalahan seperti hal tersebut, apakah pengumuman kelulusan siswa ditunda? Doli menjawab, “Ya, harus ditunda hingga semua masalah telah selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdik Sumut Bahauddin Manik mengatakan, dalam pelaksanaan UN 2011 ini, ia mengaku salut kepada jajaran di Disdik kabupaten/kota yang mampu melaksanakan UN dengan sukses. Penghargaan tersebut diberikan karena jajaran Disdik kabupaten/kota bisa sukses menjalankan UN menggunakan dana sendiri terlebih dahulu. “Karena pada pelaksanaan UN 2011 ini dana operasionalnya sedikit tersendat dari pusat. Saya kagum karena jiwa patriotik atau daya juang para pelaku pendidikan di Sumut ini masih tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan UN merupakan pesta besar dalam dunia pendidikan. “Diibaratkan pesta, tentunya, selalu ada saja piring yang pecah atau sendok yang hilang. Namun, itu yang menjadi tugas utama bagi seluruh pelaku pendidikan untuk memaksimalkan kinerja di lininya masing-masing,” kata Bahauddin.

Kabid Mapenda Kanwil Kemenag Sumut H Yulizar menuturkan, persentase kelulusan siswa tingkat MA pada UN 2011 ini meningkat dari tahun sebelumnya. Pada 2010 lalu persentase kelulusan mencapai 99 persen. “Tahun ini persentase kelulusan siswa meningkat. Namun, saya belum melakukan kalkulasi, peningkatannya mencapai nol koma beberapa persen,” jelasnya.

Yulizar menjabarkan, untuk Jurusan IPA dari jumlah peserta 8.370 siswa, hanya 10 orang yang tak lulus. Jurusan IPS dari 10.095 siswa hanya 30 orang yang tak lulus. Jurusan Bahasa dari 85 siswa kesemuanya lulus. Begitu pula Jurusan Keagamaan dari 162 siswa kesemuanya lulus. (saz)

Sumber : http://www.hariansumutpos.com/2011/05/6837/466-siswa-sma-sederajat-tak-lulus-un.htm

SMAN 1 Marabahan Borong Nilai Tertinggi UN se Batola

Tribun Kalteng – Minggu, 15 Mei 2011 12:24 WIB

TRIBUNKALTENG.COM, MARABAHAN - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Marabahan, Kabupaten Barito Kuala (Batola kembali meraih nilai tertinggi ujian akhir nasional (UAN) tahun 2011 se Batola untuk peringkat I, II dan III.

Peringkat pertama atas nama Arisa Yustina dengan nilai 53,30, peringkat kedua Aris Fadilah dengan nilai 52,90 dan peringkat ketiga Mela Ria Narafitania 52,40.

Keberhasilan siswa SMAN 1 Marabahan ini mengulang sukses tahun 2010. Ketiga siswa SMAN 1 Marabahan yang mendapat nilai tertinggi mendapatkan bea siswa dari Gubernur Kalsel masing-masing Rp50 juta.

“Kita berharap tahun ini,gubernur kembali memberikan hadiah seperti tahun lalu,” kata Kepala Sakolah (Kepsek) SMAN 1 Marabahan, Rusmin, Minggu (15/5/2011).

Pada tahun 2011 ini, SMAN 1 Marabahan berhasil meluluskan anak didik seratus persen. Untuk jurusan IPA, kata Rusmin, SMAN 1 mampu meraih prestasi terbaik 1, 2, 3, 4, 5, 8 dan 9, sedangkan jurusan IPS hanya mampu berada di urutan 6 dan 8.

(ahmad mas ramadhani/tribunkalteng)

Penulis : A Mas Ramadhani

Editor : didik_trio

Sumber: http://kalteng.tribunnews.com/2011/05/15/borong-nilai-tertinggi-un

Ditulis oleh Zainal Muttaqien

15 Mei 2011 pada 17:50

Satu Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Assalamu’alaikum Wr Wb.
    Berkunjung pak Zainal…
    Wah ternyata blognya banyak banget, saya sampai nggak bisa bayangin gimana mbagi waktunya buat posting tiap-tiap blog.
    Sedikit saran pak, tag-nya ditampilkan saja meskipun bikin tampilan nggak begitu sip tapi dapat meningkatkan trafiknya.
    Selamat ngeblog..
    Wassalamu’alaikum Wr Wb

    Andi Hidayat

    18 Juni 2011 pada 08:17


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.