Dunia Guru, Madrasah dan Tulisan Sekedar

Celoteh Ringan Seorang Guru Madrasah

Mencoba Ngeblog Lagi

dengan 4 komentar

Ini adalah posting pertama saya pasca menyelesaikan tugas belajar S2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ketika dalam masa tugas belajar terutama semester akhir pun saya sudah sangat jarang menulis di blog. Alasannya mungkin malas saja bercampur dengan keengganan. Padahal ketika itu banyak hal yang seharusnya bisa dibagikan. Tentang tesis, suka duka ujian munaqasyah, kenyataan bahwa masih ada sejumlah teman seangkatan yang belum menyelesaikan tesis tepat waktu dengan beragam alasannya masing-masing. Tesis saya tentang Pemanfaatan Blog sebagai Media dan Sumber Pembelajaran Alternatif Qur’an Hadits Tingkat Madrasah Aliyah alhamdulillah memperoleh nilai A sesuai dengan target. Hanya saja sayangnya itu tidak membantu saya memperoleh predikat Cum Laude di akhir masa studi. Padahal selisihnya dengan ambang batas cum laude tidak sampai 1 poin, hanya nol koma sekian. Namun apa daya, nilai-nilai mata kuliah terutama di semester dua dan tiga banyak tidak maksimal karena konsentrasi saya tidak lagi fokus ke kuliah. Tesis pun saya kerjakan praktis hanya 2 bulan. Hanya sekedar mengejar target selesai tepat waktu agar bisa secepatnya berkumpul kembali dengan keluarga. Saya tidak bisa lagi idealis dalam menulis tesis seperti yang saya inginkan di awal-awal masa tugas belajar. Tugas belajar yang dijalani pun akhirnya berjalan sangat datar dan hampir tidak ada nilai tambah selain kuliah, makalah dan makalah. Terlebih pihak kampus dan rekan seangkatan tidak ada inisiatif tertentu yang mungkin bisa memberi nilai tambah bagi tugas belajar ini, semisal kegiatan akademik dan non akademik. 2 tahun berjalan begitu saja, nyaris tanpa keriuhan yang berarti.
Tatkala kembali bertugas mengajar di MAN Kotabaru sejak awal Juli tadi, fokus saya hanya dua; mengajar sebaik mungkin dan mengurus si kecil zaskia. Untuk urusan yang pertama saja saya sudah dihadapkan pada persoalan yang nampaknya sepele namun nyatanya cukup pelik. Saya lulus sertifikasi guru TIK madrasah aliyah sejak akhir 2007 dan sudah menikmati tunjangan sertifikasi sejak 2008-2009. Namun tugas belajar S2 tadi saya berangkat atas nama/sebagai guru Qur’an Hadits madrasah aliyah. Sebagai konsekuensinya selesai tugas belajar saya harus mengajar bidang kequr’an-haditsan dan saya tidak mempermasalahkan hal tsb. Hanya saja konsep mengajar yang saya inginkan adalah kegiatan pembelajaran yang dilangsungkan di luar jam pelajaran. Semacam kegiatan pengayaan yang berfungsi menambah pengetahuan siswa(i) jurusan agama. Sayangnya pihak pimpinan madrasah menganggap akan lebih baik jika mengajar jurusan agama saja di pagi hari. Jadilah saya mengajar TIK 20 jam dan ilmu hadits 4 jam. Kelas kami kebetulan berjumlah 15 kelas. Kelas X ada 5 lokal/ruang. Kelas XI ada XI IPA 1 dan 2, XI IPS 1 dan 2 dan XI agama. Begitupula dengan kelas XII nya. Saya mengajar TIK di kelas XI dan XII. Saya pribadi awalnya agak keberataan dengan konsep pembagian tugas mengajar semacam ini, karena inginnya saya tetap mengajar TIK 24 jam (sesuai ketentuan sertifikasi) ditambah jam pelajaran qur’an hadits sore hari. Namun belakangan saya terima saja kondisi tsb karena wewenang pengaturan pembagian tugas mengajar berada di tangan pimpinan. Lagipula saya tidak mau berdebat dengan pimpinan soal pentingnya pengaturan soal jam mengajar ini sebaik (seideal) mungkin terkait keabsahan tunjangan sertifikasi yang nanti diterima. Di madrasah kami sudah banyak guru yang tersertifikasi. Beberapa di antaranya bermasalah dengan pembagian jam mengajar dan pen SKBK an dikarenakan kesamaan sertifikasi. SKBK adalah surat keterangan beban kerja (beban mengajar) yang menjadi salahsatu syarat pencairan tunjangan sertifikasi.
Jadi memang banyak hal yang seharusnya bisa dan harus saya ceritakan tentang pernak-pernik keseharian guru madrasah. Terutama terkait dunia pembelajaran di lapangan, di ruang-ruang kelas. Belum lagi tentang zaskia yang sudah semakin besar, tidak sampai 4 bulan lagi usianya sudah 4 tahun. Kesukaannya terhadap buku bacaan bergambar dan pertanyaan-pertanyaan yang sering secara tiba-tiba dilontarkan ke saya adalah fokus perhatian saya berikutnya. Zaskia adalah dunia saya yang lain, dunia yang mengalihkan semesta perhatian saya dari kelelahan kerja. Terlebih karena ibunya masih bertugas di seberang pulau sehingga praktis senin-kamis zaskia berada di bawah pengasuhan saya dan neneknya. Demikian lah..

Postingan ini saya tulis melalui netbook, ditransfer ke handheld Blackberry Gemini untuk kemudian coba diposting melalui aplikasi WordPress di Blackberry. Ini juga kali pertama saya mencoba layanan ini meski sudah hampir 1 tahun lebih saya menggunakan BB. Mungkin suatu saat saya akan coba berbicara tentang IT dan pembelajaran di madrasah. Selain cerita-cerita khas curhat an nya guru madrasah yang hanya sekedar gumaman..sekedar cerita yang tentu saja tidak menawarkan bangunan makna apa-apa selain cerita sebagai cerita.
Wassalam….

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ditulis oleh Zainal Muttaqien

30 Oktober 2011 pada 17:10

4 Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Salam kenal mas :D Alhamrulillah akhirnya selesai juga S2 nya. Keep posting again :) Kunjungi juga blog kami yah mas. Salam

    mbojosouvenir

    30 Oktober 2011 pada 17:15

  2. Selamat bertugas kembali Pak Zaenal! seperti biasanya, harapan terkadang tidak sesuai dengan kenyataan. Sebenarnya, menurut saya, disinilah letak seninya seseorang yang telah diberi kesempatan untuk menambah ilmunya kejenjang yang lebih tinggi untuk mengaplikasikan apa yang didapatnya. Apa yang anda alami sekarang, kalau menurut hitungan matematik, 20/24 x 100% = 83,33 % Cukup tinggi bukan? Kekurangan 4 jam (17%) untuk memenuhi persyaratan menerima tunjangan sertifikasi, kan dapat disiasati. Keluhan yang anda utarakan, dengan berfokus pada keputusan pimpinan, menurut saya perlu dipertimbangkan lagi. Justru tantangan itu yang harus anda jawab dan selesaikan secara bijak. IMHO, ketka kita berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, dengan status sebagai guru, tentunya tidak hanya mencari ilmu pelajaran semata. Jauh lebih bermakna dari itu adalah, Kemampuan Soft Skill kita yang harus meningkat. yang salah satu turunannya “menaklukan pimpinan”. Hehehehehh…. piss lah….
    Salam hormat dari Solo City.

    I Nyoman Rudi

    7 November 2011 pada 09:27

  3. salam kenal mas, dan selamat atas penyelesaian studinya dan semoga dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, aamiin

    sangpemula

    16 November 2011 pada 17:08

  4. Zaenal Sensei, omedetou gozaimasu. Selamat telah menuntaskan “percumbuan intelektual”. Semoga kekurangan nol koma sekian untuk Cum Laude memicu Sensei meraih nilai true Cum Laude di sekolah Sensei. Meski tulisan saya “BMW dan Sertifikasi Guru” dibuat sebelum mengenal Sensei, Sensei termasuk model yang saya maksud dalam tulisan tersebut. Selamat menggumuli soal-soal di tempat Sensei berkarya. Ganbatte kudasai.

    Nanang Yunan Suroso

    4 Desember 2011 pada 16:53


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.